Sandiaga Kibarkan Bendera NU Di Kritik Oleh Pimpinan PBNU

Sandiaga Kibarkan Bendera NU Di Kritik Oleh Pimpinan PBNU – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan sisi dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU) serta menggenggam kartu sinyal anggota NU (Kartanu) waktu dianya sendiri dikritik mengibarkan bendera NU sewaktu kampanye. Pimpinan PBNU mengatakan tidak perduli Sandiaga anggota NU atau tidak, larangan membawa NU ke panggung politik ialah harga mati.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Bersama Kami, Diantaranya : # Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya # Bonus Kemenangan 2,5% Tiap Minggunya # Bonus New Member 10% # Bonus Referensi Teman 15% Selamanya Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus-bonus Tersebut

“NU bukan parpol. NU bukan mesin kampanye. Pengen anggota NU atau tidak, peraturan larangan sama,” kata Ketua PBNU Bagian Hukum, HAM serta Perundang-undangan, Robikin Emhas, Minggu (7/4/2019).

Robikin membuat calon wakil presiden Ma’ruf Amin menjadi contoh, dimana Ma’ruf langsung mencopot jabatan Rais ‘Aam PBNU sewaktu masuk dalam perlawanan politik Pemilihan presiden 2019.

Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Untuk Bergabung Dan Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Yang Kami Tawarkan

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Itu kenapa Kiai Ma’ruf Amin, demikian diputuskan menjadi calon wakil presiden, langsung mengundurkan diri menjadi Rais ‘Aam PBNU. Serta kita tidak sempat lihat Kiai Ma’ruf Amin bawa pula bendera NU sewaktu kampanye,” ujar Robikin.

Robikin menyebutkan yang dilaksanakan Ma’ruf, adalah tidak libatkan NU dengan politik ialah sikap memahami ketentuan serta patuh hukum.

“Kenapa? Kiai Ma’ruf Amin orang yang memahami ketentuan serta patuh hukum,” tandas Robikin.
Sama dengan Robikin, Ketua PBNU Bagian Luar Negeri Marsudi Syuhud mengatakan organisasi NU tdk berpolitik, biarpun masyarakatnya bisa berpolitik.

“Ya NU tidak berpolitik, itu judulnya kan demikian. Namun masyarakatnya dapat berpolitik dimana saja. Yang di Golkar ya ada, PPP ya ada, PKB tempat tinggalnya sendiri, ya kan. Yang di NasDem ya ada, kurang lebih demikian,” jelas Marsudi.

Sehubungan pernyataan Sandi menjadi anggota NU, Marsudi menanggapinya dengan enjoy. Ia menuturkan memang beberapa orang yang mau jadi sisi dari keluarga besar NU.

“Jadi jika yang namanya orang NU itu kan bisa ada dimana saja, demikian ya kan? Jika, apa namanya, NU di politik lewat cara organisasi, kan udah saya bilangi tdk berpolitik NU-nya,” ujar Marsudi.

“Ya mempunyai arti Sandi itu masyarakat NU, ya bener saja. Jika NU semua, ya NU semua. Banyak (yang pengen jadi masyarakat NU), termasuk juga Sandi. Namanya saja udah Sandiaga U, N, O. Jadi ia bener-bener. Sebab namanya saja udah U, N, O. Namanya saja udah N, O,” canda Marsudi.

You might also like