Sandiaga Batal Kampanye Setelah Ditolak Warga Tabanan, BPN Minta Bawaslu Usut

Sandiaga Batal Kampanye Setelah Ditolak Warga Tabanan, BPN Minta Bawaslu Usut

Sandiaga Batal Kampanye Setelah Ditolak Warga Tabanan, BPN Minta Bawaslu Usut – Calon wakil presiden nomer urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno gagal kampanye sesudah tidak diterima oleh masyarakat Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Hal tersebut tertuang dalam satu surat pengakuan yang menampik kehadiran Prabowo-Sandi, sebab mereka telah pilih Calon presiden 01 Jokowi- Ma’ruf Amin serta Calon Legislatif dari PDIP.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Bersama Kami, Diantaranya : # Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya # Bonus Kemenangan 2,5% Tiap Minggunya # Bonus New Member 10% # Bonus Referensi Teman 15% Selamanya Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus-bonus Tersebut

Surat pengakuan itu tersebar dua hari sebelum kunjungan Sandiaga Uno ke Bali. Surat pengakuan dari Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan itu di tandatangani Bendesa Kebiasaan Pakramen Pagi I Wayan Yastera, Kelian Kebiasaan Banjar Pagi, I Nyoman Subagan serta I Wayan Sukawijaya dengan tembusan Perbekel Senganan serta Kapolsek Penebel.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pipin Sopian ingin supaya Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengolah perihal itu. Sebab, itu telah adalah menjadi pelanggaran pemilu.

Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Untuk Bergabung Dan Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Yang Kami Tawarkan

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Menghalang-halangi peserta pemilu untuk kampanye ialah pelanggaran pemilu. Saya ingin Bawaslu, penegak hukum melakukan pekerjaannya untuk mengolah serta saya duga kita semestinya bebas,” kata Pipin di Alat Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Menurut dia, bila seseorang pasangan calon presiden-wakil presiden ingin lakukan satu kampanye dalam tempat yang tidak dilarang oleh Bawaslu serta KPU, itu bisa serta boleh-boleh saja.

“Ini negara demokrasi, siapa saja yang ingin kampanye saat mematuhi jadi semestinya dikasihkan peluang. Masalah 280 dalam UU pemilu dijelaskan larangan itu cuma pada tempat beribadah, pendidikan serta tempat pemerintah itu ialah larangan, tempat yang lainnya silakan,” katanya.

Ia menyatakan, supaya aparat penegak hukum tidak tinggal diam dengan apakah yang dihadapi oleh Sandiga kemarin. Lebih Bawaslu yang menjadi lembaga pengawas pemilu.

“Jadi aneh jika contohnya ada yang mengadang lalu aparat penegak hukum, Bawaslu tinggal diam. Jadi kami ingin hukum ditegakkan buat semua,” ujarnya.

Awal mulanya, Dua hari sebelum kunjungan Sandiaga Uno ke Bali, tersebar surat pengakuan dari Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang di tandatangani Bendesa Kebiasaan Pakramen Pagi I Wayan Yastera, Kelian Kebiasaan Banjar Pagi, I Nyoman Subagan serta I Wayan Sukawijaya dengan tembusan Perbekel Senganan serta Kapolsek Penebel.

Isi surat pengakuan itu menampik kehadiran Sandiaga Uno, sebab mereka telah pilih Calon presiden 01 Jokowi-Ma’ruf Amin serta Calon Legislatif dari PDIP. Sandi mengatakan, ia menghargai ketetapan itu, serta ingin situasi Bali masih aman sebab Pariwisata memerlukan keadaan politik serta keamanan yang konstan.

“Saya ingin yakinkan keadaan Bali aman. Sebab pariwisata itu memerlukan keadaan politik serta keamanan yang konstan. Jadi, kedatangan saya kesini (Bali) kan atas undangan penduduk Tabanan. Jika penduduk lainnya ada yang memprotes tentu saja kita hormati,” jelas Sandi waktu hadir acara Temu Entrepreneur Bali di Hotel Alkyfa, Minggu (24/2).

You might also like