Insiden Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Polda Jatim Akan Lakukan Penyelidikan Lebih Dalam

Insiden Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Polda Jatim Akan Lakukan Penyelidikan Lebih Dalam

Insiden Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Polda Jatim Akan Lakukan Penyelidikan Lebih Dalam – Masalah jalan amblas di Raya Gubeng, Surabaya, sekarang naik dari penyidikan ke penyelidikan. Bahkan juga, Polda Jawa Timur pastikan ada terduga dalam insiden Selasa (18/12) malam lantas itu.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Bersama Kami, Diantaranya : # Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya # Bonus Kemenangan 2,5% Tiap Minggunya # Bonus New Member 10% # Bonus Referensi Teman 15% Selamanya Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus-bonus Tersebut

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan hasil dari pendalaman ada unsur pidana atas peristiwa amblasnya Jalan Raya Gubeng.

“Unsur yg berlangsung, jika yg sangat telak merupakan sarana negara berbentuk jalan yg alami rusaknya (amblas 100 x 30 mtr. dengan kedalaman 20 mtr.),” kata Barung waktu dilakukan konfirmasi, Sabtu (22/12).

Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Untuk Bergabung Dan Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Yang Kami Tawarkan

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Ketetapan ini, lanjut Barung, dijalankan selesai polisi mengecek 35 saksi serta dua saksi pakar. “Kami hendak memutuskan jika ini merupakan pidana serta kami pastikan ada terduga,” tuturnya.

Ke-35 saksi yg dikontrol itu terdiri pihak dari kontraktor project lantai paling dasar Rumah Sakit (RS) Siloam, PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) dan dua saksi pakar saksi semasing konstruksi serta jalan.

“Dari pihak PT NKE udah kita check semua. Laboratorium forensik kita udah kerja, saksi ahlinya udah ada,” katanya.

Dari bukti permulaan itu, Barung menyebutkan unsur pidana tercukupi. “Kami mengulangi, kami yakinkan ada pidananya serta ada tersangkanya,” papar Barung.

Bab siapa nama terduga serta dari pihak manakah, Barung mengatakan hal tersebut akan dikatakan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. “Akan dikatakan langsung oleh Bapak Kapolda,” pungkasnya.

Dalam masalah ini, Barung ikut mengatakan, jika penyidik akan mengimplementasikan dua masalah juga sekaligus buat menangkap terduga, adalah Masalah 192 serta 194 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pokok ke-2 masalah itu merupakan, tindakan individu atau grup yg dengan menyengaja membuat rusaknya bangunan jalan raya umum dan membahayakan diancam hukuman optimal 15 tahun penjara.

Barung mengimbuhkan, waktu ini pihaknya udah memberikannya otoritas jalan terhadap stakeholder yg ada buat mengerjakan perbaikan konstruksi dan seterusnya. “PLN ikut kerja pada tiang listriknya,” tukasnya.

You might also like