Hanura Menganggap Reuni 212 Justru Jadi Bluder Pasangan Prabowo-Sandi

Hanura Menganggap Reuni 212 Justru Jadi Bluder Pasangan Prabowo-Sandi

Hanura Menganggap Reuni 212 Justru Jadi Bluder Pasangan Prabowo-Sandi – Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan ada faktor-faktor yg bikin mode kepopuleran Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami penurunan pascareuni 212. Menurut Inas, penurunan eletabilitas Prabowo-Sandi karena disebabkan tim sukses mereka sangat menyombongkan diri.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Bersama Kami, Diantaranya : # Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya # Bonus Kemenangan 2,5% Tiap Minggunya # Bonus New Member 10% # Bonus Referensi Teman 15% Selamanya Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus-bonus Tersebut

Berdasar pada survey LSI Denny JA, tingkat kepopuleran Prabowo Subianto- Sandiaga Uno alami penurunan sehabis Reuni 212 dari 31,2 prosen berubah menjadi 30,6 prosen. Berbanding dengan kepopuleran Joko Widodo-Ma’ruf Amin di angka 54,2 prosen.

“Juru bicara atau influencer team Prabowo-Sandi kerap menyombongkan diri jika elektabelitas Prabowo-Sandi selalu bertambah sekalian berbuat tidak etis stagnannya elektabelitas Jokowi-Amin,” kata Inas lewat info tercatat, Sabtu (22/12).

Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Untuk Bergabung Dan Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Yang Kami Tawarkan

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Anggota Tim sukses Jokowi-Ma’ruf ini pun merasa, reuni 212 malah blunder untuk Prabowo-Sandi. Karena, kata Inas, acara besar itu sarat dapat muatan politis sebab disisipi agenda seruan untuk memberi dukungan Prabowo-Sandi di Pemilihan presiden 2019.

“Reuni mujahid 212 pada tanggal 2 Desember 2018 sarat dengan politik ambisi untuk Pemilihan presiden 2019,” tegasnya.

Awal mulanya, Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA meluncurkan hasil survey tentang kesibukan reuni 212 di Jakarta 2 Desember waktu lalu. Tak ada pergantian berarti pada elektoral dua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Maruf serta Prabowo-Sandi. Team Jokowi masihlah unggul.

Pengamat LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menuturkan waktu kesibukan reuni 212, elektoral Jokowi-Ma’ruf, berdasar pada hasil survey pada November, masihlah unggul diatas 50 prosen dari Prabowo-Sandi. Survey pada bulan November memperlihatkan elektoral Jokowi sebesar 53,2 prosen sedang Prabowo 31,2 prosen.

“Waktu reuni 212, kepopuleran ke-2 calon presiden sedikit berganti serta condong stagnan. Survey LSI Denny JA pada Desember 2018 memperlihatkan jika kepopuleran Jokowi-Maruf sebesar 54,2 prosen sesaat kepopuleran Prabowo-Sandi pada Desember ini sebesar 30,6 prosen,” kata Adjie di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Rabu (19/12).

You might also like