Basuh Kaki Ibu Dilakukan Siswa SLB Di Medan Dalam Rangka Peringati Hari Ibu

Basuh Kaki Ibu Dilakukan Siswa SLB Di Medan Dalam Rangka Peringati Hari Ibu

Basuh Kaki Ibu Dilakukan Siswa SLB Di Medan Dalam Rangka Peringati Hari Ibu – Beberapa puluh siswa sekolah fantastis (SLB) di Medan tidak mau tertinggal rayakan Hari Ibu. Mereka mencuci kaki wanita yang sudah melahirkan serta membesarkannya.
Peringatan Hari Ibu dengan acara mencuci kaki ibu ini diselenggarakan di SLB Taman Pendidikan Islam (TPI), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (12/12). Aktivitas berjalan simple tetapi penuh keharuan.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Bersama Kami, Diantaranya : # Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya # Bonus Kemenangan 2,5% Tiap Minggunya # Bonus New Member 10% # Bonus Referensi Teman 15% Selamanya Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus-bonus Tersebut

Acara itu diselenggarakan di halaman sekolah. Beberapa siswa yang terbagi dalam penyandang tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, serta tuna grahita bergantian mencuci kaki ibundanya.
Sehabis mencuci kaki, beberapa siswa ikut memberi bunga terhadap ibunya. Mereka selanjutnya berpelukan hangat. Ibu yang datang pada acara itu terasa terharu.

“Awalannya saya tidak tahu jika akan ada acara semacam itu di sekolah ini. Saya menjadi orang tua, terutama ibu, terasa terharu dengan acara ini,” kata Dewi Puspita salah seseorang orang tua siswa.

Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Untuk Bergabung Dan Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Yang Kami Tawarkan

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Peringatan Hari Ibu sesungguhnya adalah aktivitas tahunan di SLB TPI. Aktivitas ini dianggap sangat utama untuk menghargai orang tua, khususnya ibu.

Kepala SLB TPI, Nur Aisyah, menjelaskan, peringatan Hari Ibu di sekolah itu begitu miliki arti utama yang mau ditanamkan. Beberapa siswa di ajarkan untuk berterima kasih terhadap orang tua.

Lebih, lanjut Nur Aisyah, beberapa ibu siswa SLB udah berkorban fantastis besar untuk anaknya. Kecuali melahirkan serta membesarkan, mereka sehari-hari membawa putra-putrinya ke sekolah, menanti, memberikan makan, terus membawa pulang dengan penuh kasih sayang.

“Nyata-nyatanya ibu-ibu di sini ibu yang begitu hebat, yang begitu kokoh, yang begitu fantastis, dimana kesabaran, keikhlasan, kesetiaan itu tetap ditampakkan ibu-ibu di sini. Sehari-hari tetap memberikan perhatian penuh dengan kasih sayang yang fantastis,” tutup Nur Aisyah.

You might also like